Archive for June, 2008

15
Jun
08

Monogami atau Poligami: Pinguin Emperor & Burung Kecil

Tulisan ini bukan berisi pembahasan serius penuh konflik tentang pro kontra poligami dan monogami.

Seperti biasa, saya senang mencari tahu ke sana ke mari. Tentang apa? Apa saja yang menarik. Dan ketika mencari-cari informasi tentang si Pingu, ada link menarik untuk ditelusuri. Si Pingu ternyata dulu pernah disinggung sedikit di Gurdian mengenai perkawinannya yang monogami :D Nggak nyangka deh.

Setelah baca artikel itu, jadi teringat film dokumenter The Battle of The Sexes vol.2. Di sana ada cerita tentang si Burung Kecil yang poligami, yang meninggalkan istri ke-2 beserta anak-anaknya hingga si anak mati kelaparan. Si Jantan hanya mengurusi keluarga pertamanya. Mungkin karena film maker-nya westerner yang anti poligami, disinggung deh jeleknya poligami. Setelah itu, ditampilkan jenis burung lain. Fokusnya burung betina yang berhasil ‘memperdayai suaminya’ untuk mengurus anak-anaknya dan terbang jauh meninggalkan rumah si suami.

Si Pinguin Emperor memang ok banget jadi orang tua. Tapi tidak menjamin di tahun depan dia masih dengan istri pertama. Tapi tetap jika menjadi ayah dia penuh dengan tanggung jawab.

Bagaimana dengan si Burung Kecil yang punya istri 2? Nah itu dia… menurut saya perlu diadakan penelitian lebih lanjut. Para ilmuwan sepertinya belum meneliti kemungkinan istri keduanya itu cerewet dan banyak menuntut, maka dia balik ke istri pertama. Dan perlu di catat, si Burung Kecil itu juga gak jahat-jahat amat, karena sebelum kawin, istri kedua sudah disediakan rumah.

Bagaimana dengan si Burung Betina yang meninggalkan anaknya, dengan trik yang ok punya, sehingga suaminya yang mengurus anak mereka? Menurut saya ada 2 kemungkinan. Pertama si Betina ini memang punya kepribadian ’selebriti’ – senang gonti-ganti pasangan, tidak terlalu memikirkan anak-anaknya. Kemungkinan kedua, suaminya agak B.O.D.O atau yah… kurang jantan kali ya… :D

Anyway… pesan moralnya adalah: Benarlah bahwa manusia itu mahluk mulia, tapi ia bisa menjadi lebih rendah dari binatang kala berkelakuan keji. Na’udzubillah.

15
Jun
08

Mengajarkan al Qur’an pada Anak: Bagian 2

Pada bagian 1 dibahas 4 tipe rumah dan pendidik sebagai panutan. Poin selanjutnya yaitu bagaimana merebut cinta anak.

Para orang tua hendaknya mengetahui bahwa secara naluriah mereka mencintai anak-anaknya, namun anak-anaknya belum tentu mencintainya. Mengapa demikian? Karena sikap anak adalah hasil dari sikap dan perlakuan orang tua pada anaknya.

Bagaimana cara merebut cinta anak?

  • Dekatlah dengan Allah subhanahu wa ta’ala, mintalah cinta anak-anak melalui doa.
  • Gunakan prinsip : Pergaulilah manusia sesuai dengan kemampuan akalnya.
  • Perhatikan setiap anak , masing-masing memiliki perbedaan.
  • Gunakan cara yang bervariasi dalam mendidik agar anak-anak tidak jenuh.
  • Dalam menghukum hindarkan cara penghinaan.
  • Pahami karakter, bakat dan kecenderungannya agar kita bisa mendekatinya dengan cara yang benar.
  • Menjaga keharmonisan sebagai teman, gunakan pendekatan mendidik, bukan atas dasar ‘orang tua yang harus dihormati’.
  • Tanamkan rasa percaya diri pada anak agar mereka tahu bahwa mereka sama di hadapan orang tuanya dan bisa bekerjasama serta saling mencintai.
  • Dalam mengatur keluarga, gunakan prinsip ‘menjaga lebih baik daripada mengobati’.
  • Ungkapkan rasa cinta kepada anak secara terbuka, agar mereka tahu.

Selanjutnya tentang bagaimana mengenali karakteristik anak didik.

Perlu diingat bahwa:

  • Anak didik bukan seperti sebuah wadah yang bisa diisi informasi kapan ia mau, tanpa mempersiapkan mentalnya.
  • Mendidik anak kecil harus dimulai dari pintu yang benar, dengan cara yang mereka sukai. Ada anak yang tertarik dengan suara, dengan bentuk yang indah, atau dengan menyentuh secara langsung obyek yang dipelajarinya.
  • Anak hanya dapat berkonsentrasi dalam kurun waktu sebentar.
  • Masa kanak-kanak adalah masa bermain, tidak perlu memaksanya untuk terus belajar.
  • Gizi yang baik, membuat anak senantiasa sehat dan bersemangat.
  • Rasa aman dan tentram senantiasa dibutuhkan oleh si kecil.

Perhatikanlah hal dia atas ketika Anda ingin mengenalkan anak dengan al Qur’an.

Pelajaran moral #2 Jangan disangka anak pasti mencintai kita.

Next episode: Media pembelajaran yang efektif.

14
Jun
08

Very Very Smart Americans

I have to admit THESE AMERICANS are in fact very very smart.

http://youtube.com/watch?v=v2U_KRpz5NY&fmt=18

congratulation to the usa ;)