Setahun ini sudah banyak yang saya lewati. Suka, duka, tertawa, menangis, senyum dan marah. Semuanya sudah dirasakan.
Saat ini masa transisi, akhir Sya’ban dan awal Ramadhan.
Berita gembira saya terima, dan berita duka pun saya terima.
Si Kakak akhirnya mendapatkan sekolah, langsung kelas dua elementary. Meskipun dia harus mengejar ketinggalan pelajaran term pertama, menggenjot kemampuan bahasa Inggris dan Arabnya. Dia masih kanak-kanak, saya percaya dia bisa. Semoga Allah melapangkan jalanmu, wahai keponakanku tersayang. Di tempat yang nun jauh di sana, keluarga saya insyaAllah wa alhamdulillah dalam keadaan baik. Paling tidak mereka bertambah gemuk, begitu kabarnya. Sementara saya semakin kurus, karena banyak makan mie? Kata Kakak ![]()
Sementara dari tempat yang lain saya mendapat kabar sedih. Teman baik saya – si Ayah – sedang sakit. Disusul dengan sakitnya sang bapak mertua. Begitu kabar yang saya terima dari Teteh – istri sang Ayah. Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada mereka. Aamiin.
Memasuki Ramadhan, apa yang ingin saya raih tahun ini?
Bertambahnya kebaikan diri, berkurangnya keburukan. Kedewasaan, kesabaran, kebijakan yang membawa kepada kebaikan. Bertambahnya ketaqwaan pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Ajal saya semakin dekat. Namun, hingga kini bayangan surga pun belum terlihat. Terhalang kabut dunia. Kabut yang menyimpangkan diri dari jalan yang lurus.

Ya, Allah… Rabb Arsy Yang Agung. Alhamdulillah kuucapkan atas nikmat yang Engkau berikan. Aku memohon, Engkau akan mencabut nyawaku ketika aku dalam keadaan beriman kepada-Mu dan Rasul-Mu. Ijinkan aku meraih surgamu, dengan jalan menjadi seorang istri yang sholihah, dari seorang hambamu yang bertaqwa dan menjadi ibu dari anak-anak yang beriman kepada-Mu dan Rasul-Mu. Kabulkanlah permohonanku ya Allah, Ya Arhama Rahimin. Aamiin.






Recent Comments