Brrrrm… brrrm… tombol berlistrik memicu suara keluar dari mesin 4 tak. Seekor kuda besi keluar dari sarangnya, perlahan tapi pasti terbang menyusuri jalan-jalan berlubang yang tahunan tiada pernah ditambal.
Kuda besi berhenti sejenak di sebuah tikungan. Menoleh lah ia ke kanan dan kekiri, maju sedikit, mengatur posisi. Mengambil nafas panjang. Tak ada kuda dan gajah besi lain yang lewat. Rotasi gigi 2 menggerakkannya maju ke muka. Terbang kembali menyusuri jalan berlubang yang tahunan tiada pernah ditambal.
Banyak kuda besi nan mulus, gagah terbang kian kemari. Saling berlomba mengadu kecepatan, menampakkan kegagahan.
Hujan pun turun, deras. Menutupi jalan-jalan berlubang yang tahunan tiada pernah di tambal.
Kuda besi menepi ke tepian. Bersandar pada dinding kokoh nan apik dengan ornamen minimalis tanpa liuk lekuk berukir kesana kemari. Mengamati hujan, menanti tetesan air berhenti menghilang, kuda besi termenung.
Kartu bermagnet, ia ingat, tak lagi menimbulkan listrik statis ketika digesek untuk memancing lembaran merah bergambar pak Karno keluar dari lemari besi bertombol.
Apa nak gadai, pikirnya. Apa nak makan, putar otaknya. Bulan depan dah menjelang. Umur hari dah hampir tamat karena purnama telah lewat. Tak panik…tak panik… Ada kertas satu lembar berwarna hijau. Lanjutkan hidup, tak perlu putus asa.
Kuda besi kembali terbang menyusuri jalan-jalan berlubang yang tahunan tiada pernah ditambal, sebab air telah menghilang dari langit. Berhenti di sebuah kedai. Tak sungkan ambil pena tuliskan sandi kode seperti anggota M15 negeri Inggris.
Tak lama selang beberapa mega. Laki-laki bertudung berbaju coklat datang mengunjungi sarang sang kuda besi, bersama dengannya beberapa kawan. Kuda besi khawatir, takut dia akan dipindahkan ke sarang lain dengan paksa. Oh… ternyata tidak. Joki yang memberinya lembaran merah bergambar pak Karno dan kertas berwarna hijau ternyata yang dibawa dengan paksa.
Apa pasal? Apa pasal? Mmm… sandi kode seperti anggota M15 negeri Inggris itulah pasalnya. Kode yang katanya berasal dari negeri Singapore. Kata sandi yang diberi nama si Togel. Apa mau dikata, si Togel tak sebaik Si Morse yang sering membantu orang-orang tersesat.
Joki dah pergi, dibawa paksa orang-orang bertudung topi. Kuda besi termenung sendiri. Beberapa bulan ini kuda besi dibuat resah oleh Joki. Sewanya tak disetor kepada pengumpul dan peminjam kertas-kertas bergambar pak Karno. Entah kapan ia juga akan dijemput paksa oleh orang-orang berbadan kekar. Karena sewa belum lagi dibayar.
Kuda besi merenung. “Aku kuda besi yang gagah. Tapi kegagahanku direnggut oleh sewa yang tak terbayar. Kelak jika tak jua dibayar, maka kegagahanku harus ditukar dengan harga yang murah. Karena kuda besi yang berhutang, tak lagi berwibawa.”
Lama juga tak beraktivitas di sini. Sebenarnya banyak yang ingin saya tulis. Tapi, lagi-lagi belum kebagian waktu untuk menulis di sini. 
Recent Comments