Archive for the 'Kata Media~PressTalk' Category

16
Jan
09

Tubuh mereka dimakan anjing-anjing zionist yahudi

WaAllahi, Allah tidak pernah berdusta, apa yang dikabarkanNya melalui lisan Rasulullah Muhammad SAW benar adanya. Di dunia ini mereka yahudi bertindak biadab melebihi binatang, dan di akhirat nanti pun mereka menjadi binatang-binantang keji penghuni neraka.

Sebuah artikel saya ambil dari arrahmah.com. tentang kekejian orang-orang yahudi.

Setelah Dibunuh, Tubuh Mereka Dimakan Anjing

anak-syuhadagazaSungguh biadab yang dilakukan tentara zionis Israel, laknatullah, setelah mereka membunuh orang-orang yang tidak berdosa, mereka melemparkan tubuh-tubuh tersebut ke arah anjing-anjing yang tengah kelaparan.

“Ya Allah, aku tidak pernah melihat pemandangan yang mengerikan seperti ini,” jerit Kayed Abu Aukal. Dokter tersebut tak percaya dan tak tahu lagi kata-kata apa yang bisa diungkapkan untuk menggambarkan kekejian Israel. Dia tak percaya, dirinya sendiri telah melihat sisa Jenazah balita Shahd. Tubuh anak kecil perempuan yang berumur 4 tahun itu terkoyak-koyak dimakan anjing-anjing Israel.

Shahd tewas dan telah menjadi syuhada cilik ketika peluru kendali Israel ditembakkan ke belakang rumahnya di Kamp Pengungsian Jabaliya sebelah Utara Jalur Gaza. Saat itu, gadis cilik yang lucu tersebut tengah bermain.

Orangtua Shahd mencoba menyelamatkan putri kesayangannya yang telah bersimbah darah itu. Ketika ia mencoba mengambil jasad Shahd, pasukan teroris Israel menghujaninya dengan tembakan dari kejauhan.

Selama lima hari berkutnya jasad gadis balita itu telah terkoyak-koyak dirobek anjing yang dilepaskan oleh tentara Israel. “Anjing-anjing itu tidak menyisakan satu bagian pun dari tubuh anak kecil itu,” kata Abu Aukal.

“Kami telah melihat pemandangan yang menyayat hati selama 18 hari ini. Kami telah mengambil jasad anak-anak yang tubuhnya robek atau terbakar, tetapi belum pernah kami melihat hal seperti ini,” katanya lagi.

Melihat jenazah adik perempuannya yang masih balita menjadi santapan anjing-anjing tentara Israel, saudara laki-laki Shahd bernama Matar dan sepupunya bernama Muhammad, nekad mendekati jenazah Shahd. Keduanya pun dihujani peluru Israel sebelum keduanya dapat mencapai tubuh Shahd. Matar dan Muhammad pun menjadi syuhada, menambah daftar warga palestina yang syahid yang hingga hari ini telah mencapai 1.001 orang syahid sejak pembantaian 27 Desember lalu.

Sengaja

Omran Zayda, seorang tetangga Shahd, mengatakan, orang Israel mengetahui apa yang mereka lakukan itu. “Mereka memburu keluarga Shahd dan mencegahnya untuk sampai ke tubuh Shahd, dan mereka tahu bahwa anjing-anjing itu akan memakannya,” kata Zayda.

“Mereka tidak hanya membunuh anak-anak kami, mereka sengaja melakukannya dengan cara yang paling kejam dan biadab,” Zayda mengungkapkan perasaannya, bahkan kamera, tidak dapat menggambarkan pemandangan yang mengerikan itu.

“Kalian tidak akan pernah membayangkan apa yang telah dilakukan oleh anjing-anjing itu terhadap tubuh Shahd yang tak berdosa itu,” katanya sambil terisak dan mencucurkan air matanya.

Sejumlah warga palestina mengungkapkan, apa yang menimpa Shahd bukanlah yang pertama. Banyak warga mereka mengalami hal yang sama dengan Shahd. Di Jabaliya, saat keluarga Abd Rabbu sedang memakamkan tiga anggota keluarganya yang telah syahid, pasukan biadab Israel menembaki mereka, kata saksi mata.

Orang-orang pun berlarian mencari perlindungan dari tembakan brutal itu. Tentara-tentara Israel kemudian melepaskan anjing-anjingnya ke arah jenazah anggota keluarga Abdu Rabbu yang belum sempat dimakamkan itu. “Apa yang terjadi kemudian sangat mengerikan dan tidak bisa dibayangkan,” kata Saad Abd Rabu, pamanya.

“Anak-anak kami tewas di depan mata kami dan kami dicegah untuk memakamkannya. Orang-orang Israel hanya melepaskan anjing-anjing mereka ke arah jenazah itu, bahkan seakan-akan mereka tidak cukup dengan kekejaman yang telah mereka lakukan itu,” jeritnya.

Biadab

Benar-benar biadab apa yang telah dilakukan oleh teroris Israel itu. Bahkan kekejian di atas benar-benar biadab. Hingga hari ini para penguasa negeri-negeri Muslim masih diam bahkan bersekongkol dengan membiarkan pembantaan terus terjadi.

Media dunia yang dikuasai Israel, menggiring opini seolah-olah tindakan Israel itu wajar. Padahal, lihatlah betap kekejaman mereka lebih dari serangan teroris yang tak beradab. Bohong, jika teroris Israel itu hanya memburu Hamas. Yang terjadi adalah tindakan brutal dan biadab terhadap warga sipil yang kebanyakan mereka anak-anak kecil dan perempuan. Tak puas hanya membunuh warga Gaza, teroris Israel itu juga melepaskan anjing-anjingnya untuk memakan jenazah syuhada Gaza. Biadab!

Sampai kapan kebiadaban Israel ini terhenti? Lalu di manakah para pelindung anak-anak Palestina? Dimanakah tentara-tentara Muslim yang akan menyelamatkan anak-anak Gaza itu? Di manakah tentara-tetara negeri Islam yang akan menyelamatkan ayah dan ibu mereka? Di manakah Amir umat ini?

Sungguh hanya orang yang biadab saja, yang membiarkan Israel membantai Gaza. Lalu mereka menyibukkan diri dengan perundingan sementara mereka memiliki pasukan dan perlengkapan perang. Mereka enggan untuk menyelamatkan Gaza dengan mengerahkan pasukan yang akan menghancurkan penjajah Israel itu! Nasionalisme dan cengkraman PBB telah membuat mereka diam. (Hanin Mazaya/syabab/arrahmah.com)

15
Dec
08

Bush dilempar Roti

mmm, kurang latihan tuch yang ngelempar. Jadi agak meleset….

Mo liat? copas alamat >>  http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/7782422.stm

26
Sep
08

Jewel of Medina, tantangan lain dari kaum kuffar?

Random House, mungkin sudah bernasib baik dengan mengambil keputusan untuk tidak menerbitkan buku ini.  Namun, bagaimana pun selamanya akan ada orang-orang yang nekat, rela menjadi budak dunia dan mendaftarkan dirinya menjadi penghuni neraka, na’udzubillah.

Kita lihat saja nanti, akankah kehadiran buku ini di bulan Syawwal menjadi awal derita dan penyesalan berkepanjangan bagi mereka yang bersuka cita atasnya.

Then, a university professor, asked for an endorsement, called Random House with warnings of a terrorist attack by angry Muslims if my book were published. “A national security issue,” University of Texas associate professor Denise Spellberg reportedly said. “More dangerous than the Satanic Verses or the Danish cartoons.”

- http://newsweek.washingtonpost.com/postglobal/islamsadvance/2008/08/censoring_islam.html

Starting in 2002, Spokane, Wash., journalist Sherry Jones toiled weekends on a racy historical novel about Aisha, the young wife of the prophet Muhammad. Ms. Jones learned Arabic, studied scholarly works about Aisha’s life, and came to admire her protagonist as a woman of courage. When Random House bought her novel last year in a $100,000, two-book deal, she was ecstatic. This past spring, she began plans for an eight-city book tour after the Aug. 12 publication date of “The Jewel of Medina” — a tale of lust, love and intrigue in the prophet’s harem.

- http://online.wsj.com/public/article_print/SB121797979078815073.html

FOR IMMEDIATE RELEASE

Beaufort Books Secures Deal to

Publish Once Feared Historical Novel The Jewel of Medina

(New York, NY) September 8, 2008 — Beaufort Books is pleased to announce that it has signed a two book deal with author Sherry Jones for the North American publication rights for The Jewel of Medina, to be released in October, with the sequel to follow next year. The public controversy over The Jewel of Medina, a historical fiction novel of the love story between the Prophet Mohammed and his favorite wife A’isha, began in July when its previous publisher, Random House, made its decision to terminate the book.

Says author Sherry Jones, “I had hoped to find an independent publisher with gumption and verve that would treat me as a partner in the publishing process, and that wouldn’t be spooked by controversy, recognizing it as a stimulus for discussion of my books’ themes of women’s empowerment, peace, and hope.” Jones adds, “With its track record of support for free speech and expression, Beaufort Books offers the perfect home for The Jewel of Medina and its sequel.”

Natasha Kern, Sherry Jones’s agent, comments, “In selecting Beaufort, we chose an editor and publisher who are passionate about bringing this novel to readers and shared our vision for this book. All those who are interested can soon read the book and discover what a wonderful and inspiring woman A’isha was, and enjoy how beautifully told her story is. We are excited to have found an experienced publisher committed to partnering with its writers to achieve all that is possible for each book.”

Beaufort President Eric Kampmann says, “We are building a great team to bring The Jewel of Medina to the audience it deserves to have. Everyone at Beaufort is proud to be associated with this ground breaking novel.”

Sherry Jones will be the featured speaker on the freedom of speech panel at the Norwegian Foundation for Investigative Journalism’s 5th Global Investigative Journalism Conference being held in Lillehammer, Norway from September 10 to 14.

The Jewel of Medina will be available from Beaufort Books October 2008.

link:
- http://www.jewelofmedinabook.com/
- http://www.jewelofmedinabook.com/Jewel%20release%20web%20version.htm